Jumat, 13 April 2012

Tata Urutan Peraturan Perundang-Undangan



Membandingkan isi :
TAP MPRS/20/1966 tentang Memorandum DPR
TAP MPR/3/2000
UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
TAP MPRS/20/1966 tentang Memorandum DPR
TAP MPR/3/2000

UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan

UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan

Terdapat pada Lampiran: MEMORANDUM DPR-GR MENGENAI SUMBER TERTIB HUKUM RI DAN TATA URUTAN PERUNDANGAN RI DAN SKEMA SUSUNAN KEKUASAAN DI DALAM NEGARA REPUBLIK INDONESIA
PENDAHULUAN :
1.      Undang-Undang Dasar.
2.      Ketetapan MPR.
3.      Undang-undang.
4.      Peraturan Pemerintah.
5.      Keputusan Presiden.
6.      Peraturan-peraturan Pelaksanaan lainnya.
Terdapat pada pasal 2 :
Tata urutan peraturan perundang-undangan merupakan pedoman dalam pembuatan aturan hukum di bawahnya. Tata urutan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia adalah :
1.   Undang-Undang Dasar 1945.
2.   Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.
3.   Undang-undang.
4.   Peraturan pemerintah pengganti undang-undang.
5.   Peraturan pemerintah.
6.   Keputusan presiden.
7.   Peraturan daerah.
Terdapat pada Bab II
Asas Peraturan Perundang-undangan
Pasal 7 ayat 1 : Jenis dan hierarki Peraturan Perundang-undangan adalah sebagai berikut :
a.       Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
b.      Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.
c.       Peraturan Pemerintah.
d.      Peraturan Presiden.
e.    Peraturan Daerah.
Terdapat pada Bab III
Jenis, hierarki, dan materi muatan Perundang-undangan
Pasal 7 ayat 1 :
a.       Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
b.      Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat.
c.       Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.
d.      Peraturan Pemerintah.
e.       Peraturan Presiden.
f.       Peraturan Daerah Provinsi.
g.      Peraturan Daerah Kabupaten/Kota.

Kesimpulan :
Saat ini Pemerintah telah menetapkan UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan tepatnya pada tanggal 12 Agustus 2011. Sehingga, UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan pada tanggal 22 Juni 2004 telah dinyatakan tidak berlaku lagi. Dalam UU No. 10 tahun 2004, TAP MPR dikeluarkan dari hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia. TAP MPR memang pernah dimasukkan ke dalam hierarki peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam TAP MPRS No. 20 Tahun 1966 dan TAP MPR No. 3 Tahun 2000. Hingga pada akhirnya, dengan berlakunya UU No. 10 Tahun 2004 maka TAP MPR dikeluarkan dari hierarki.
Hal ini dapat dilihat pada ketentuan Pasal 7 ayat 1 UU 12 tahun 2011, yang secara jelas menunjukkan dimasukkannya kembali TAP MPR ke dalam hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia.
Dimasukkannya kembali hierarki kedalam peraturan perundang-undangan yang baru, dikarenakan  mengingat adanya penjelasan pada Pasal 7 ayat (1) huruf (b) UU 12 Tahun 2011  bahwa yang dimaksud dengan “Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat” adalah Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat yang masih berlaku. Hal ini mengingat bahwa UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan merupakan penyempurnaan terhadap kelemahan-kelemahan dalam UU No. 10 Tahun 2004. Jadi UU No. 10 Tahun 2004 tetap dijadikan acuan, hanya saja ada tambahan materi muatan yang di masukkan kedalam UU No. 12 Tahun 2011.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar